Handphone,Sains,Humor And Manymore (25 Des 2013 )

Coretan Dinding

To The Point
Masuk pembahasan, kurang paham "SILAHKAN TANYA"
About Me
Salam Persahabatan Untuk Teman Semua. "Keep" Spirit .

20/03/2014


trend fashion model jilbab gaul 2014

Sebagai muslimah yang tidak ingin ketinggalan zaman dan tetap modis, kamu pasti diantarkan oleh Google ke halaman ini saat mencari “Bagaimana tren fashion jilbab tahun 2014?” atau “Tutorial jilbab Fatin” atau semacamnya.

Menurut kamu, muslimah yang baik adalah muslimah yang selalu menjaga penampilannya agar tidak malu-maluin. Kamu juga senang sekali ketika sekarang jilbab menjadi tren. Kamu teringat dulu harus mati-matian berjuang untuk tetap mengenakan jilbab saat semua teman-temanmu mengejekmu tapi sekarang jilbab telah menjadi gaya sehingga kamu tak perlu malu untuk memakainya. Kamu bahkan bisa bergaya mengenakannya. Sungguh suatu keberuntungan yang luar biasa.


Tren jilbab menjadi semakin hebat ketika Fatin Shidqia Lubis menang kompetisi menyanyi X Factor. Tidak disangka Fatin yang berjilbab bisa jadi artis terkenal. Itu juga menambah keren budaya berjilbab yang semakin gaul saja bentuknya.

Akhir-akhir ini model jilbab yang lebih modern keluar. Jilbab Pashmina bahkan sudah dibuat sinetronnya, jilbab segi empat sekarang bisa dibuat dengan berbagai macam kreasi. Dan semua itu dimulai dari sebuah agenda kecil. Mohon maaf tapi disini saya tidak akan memberikan semacam tutorial tapi sejarah mengapa jilbab bisa menjadi tren. Tulisan ini sudah saya buat beberapa tahun lalu berdasarkan prediksi saya tentang tren jilbab yang sekarang benar-benar terjadi. Jika kamu ingin mengetahui arah tren berikutnya, baca dan jadilah yang pertama tahu.


Tulisan ini pertama kali dibuat sekitar awal tahun 2011. Pada waktu itu jilbab baru pertama kalinya naik daun. Ya, saat itu kita semua kaget. Betapa tidak, orang yang tadinya agak malu-malu berjilbab tiba-tiba menjadi sangat bangga memakainya. Orang yang tadinya sekedar memakainya karena disuruh sekolah dan orang tua, sekarang jadi mereka pakai kemana-mana seperti semua pakaian mahal lainnya. Dan yang paling hebatnya lagi, anak-anak gadis SMK yang tadinya gak berjilbab sama sekali tiba-tiba jadi pake jilbab. WOW! Pokoknya naik daunnya jilbab ini sangat mengagetkan ketika itu.

Tentu saja sebagai seorang kritikus, pengamat, analis atau apapun kalian menyebutnya, aku langsung bereaksi dan mencari tahu ada apa gerangan di balik semua ini. Dan seperti biasa aku mengetahui jawabannya.

Ternyata jilbab yang mereka pakai bukanlah jilbab yang kualitasnya terlalu bagus. Jilbab-jilbab itu terlalu tipis. Saking tipisnya, kau masih akan bisa melihat bentuk rambut mereka dengan sangat jelas ketika para perempuan ini memakainya. Padahal harusnya jilbab itu bisa menutupi bentuk kepala dan rambutnya. Itulah jilbab yang dimaksud dalam Islam, gak tahu deh mereka pake defenisi jilbab dari agama mana.

Waktu kutanya, ternyata ini tidak sepenuhnya salah mereka. Mereka bilang jilbab yang seperti itulah yang banyak dijual di pasaran, adapun jilbab yang tebal harganya mahal. Ooh, oh, oh.. Jadi para yahudi itu sudah menguasai pasar jilbab rupanya. Hebat juga mereka ya. Mereka tahu aja otak perempuan yang paling pantang kalau ngeliat bacaan SALE.

Tiba-tiba semuanya menjadi jelas dalam kepalaku. Ini semua bagian dari sebuah skenario besar! Kini aku mengetahui apa yang akan terjadi. Para yahudi ini sedang merencanakan sebuah agenda untuk mencopot jilbab dari kepala semua perempuan gadis di negeri ini. Mereka punya sebuah cara yang sangat bagus dan terrencana dengan sangat baik. Rencana itu bermula dari kegagalan mereka mencopot jilbab seorang muslimah beberapa tahun lalu.

Suatu ketika seorang gadis remaja lulusan Madrasah Aliyah yang telah terbiasa mengenakan jilbab disuruh mamaknya pergi ke kedai untuk membeli sesuatu. Sebenarnya agak repot memang jika ia harus pakai jilbab tiap keluar rumah, apalagi di siang hari terik begini. Rasanya agak gatal dan panas. Tapi ia sudah terbiasa dan tidak lagi merasa terganggu dengan semua itu jadi dia tetap memakainya. Sewaktu di jalan menuju kedai itu, ia dicegat oleh seorang preman botak, seperti setan yang nampak wujudnya dia membisikkan, “Dek bukankah sekarang hari lagi panas? Bukankah negara kita ini negara tropis? Kenapa tak kau copot saja jilbabmu?” si gadis baik itu pun menjawab, “Nggak bang makasih, walaupun panas tapi jilbab ini perintah agama bang. Aku juga tidak begitu mengerti kenapa agama mewajibkannya, tapi pasti untuk sebuah alasan yang baik. Jadi tidak bang terima kasih. INI PERINTAH AGAMA.” Mendengar jawaban mantap gadis itu si preman botak pun pulang keperaduannya dan meratapi kegagalannya.

Sesampainya di markas penjahat yang terlihat seperti gedung mewah, si botak bertemu dengan preman botak lainnya, hanya saja yang satu ini mengenakan jas, sehingga dia tidak terlihat sepeti preman. Bahkan orang-orang di luar sana mengiranya sebagai orang baik padahal dialah sesungguhnya bos dari semua preman botak di dunia.

“Gimana hasil kerjamu hari ini?” kata bosnya.
“Gagal maning bos.” Kata si botak.
“Lho kok bisa gagal? Gimana cara kamu mencopot jilbabnya?”
Si botak pun menceritakan apa yang dilaluinya hari ini sama si bos. Lalu bosnya bilang,
“Ooohh, jadi kamu yang gak hadir waktu seminar kemarin itu ya?”
“Seminar yang mana bos?”
“Seminar gratis yang kita adain untuk semua preman botak dan pemilik majalah fashion dan produser TV.”
“Iya bos, kayaknya aku gak pernah tahu. Seminarnya tentang apa bos?”
“Bagaimana mencopot jilbab dari kepala seluruh gadis di Indonesia?”
“WOW! Itu profesiku bos? Bisa bos jelaskan ulang?”
“Ck.. ck.. ck.. yaudah. Duduklah.”

Maka si preman botak duduk mendengarkan dan si bos menerangkan sambil sesekali tertawa jahat. Setelah satu sesi yang sangat berharga itu si preman botak merasa terilhami dan mereka berdua menyeringai jahat bersama-sama. (apa yang mereka bicarakan ya?)


Sekarang kita kembali ke gadis MAN berjilbab yang baik tapi agak sedikit bodoh tadi. Tiba-tiba kawan-kawan sekelas si gadis baik tadi jadi berjilbab semua. Dia kaget. WOW! Ada apa ini? Persis seperti reaksi aku kaget waktu pertama menulis tulisan ini. Ia bertanya-tanya ke teman-teman sekitarnya.

TIBA-TIBA NGETREN
Ternyata sekarang jilbab menjadi tren, akhirnya Jilbab Islam menang, akhirnya kita juga bisa diterima masyarakat fashion sebagai sebuah gaya, begitulah pikir mereka. Sekarang para artis di TV dan artis di sinetron sudah rata-rata mulai berjilbab, itulah yang menyebabkan jilbab jadi ngetren. Ditambah lagi, di pasar sekarang dijual jilbab-jilbab murah sepuluh ribu tiga. Memang sih kualitasnya tidak sebagus yang harga normal, dia agak sedikit lebih tipis dari yang biasa, tapi tak apa soalnya selisih harganya jauh banget ama yang biasa.

Tiba-tiba semua kesulitan berjilbab jadi hilang, tidak ada lagi harga yang mahal, tidak ada lagi asa malu untuk memakainya, dan tidak ada lagi rasa gatal, karena kini jilbab menjadi tren. Begitulah para perempuan, mereka tidak akan peduli rasa sakitnya memaki high-hell (eh maksudku high-heel) jika memang itu membuatnya percaya orang menganggap dia lebih cantik.

Seorang lulusan MAN yang mengenakan jilbab karena agama kini tak perlu lagi keberatan dengan semua bebannya karena sekarang jilbab juga merupakan fashion. Orang yang tadinya gak berjilbab pun jadi ikut-ikutan pake jilbab seperti para pejabat yang pakai peci semuanya.

Sebenarnya si gadis MAN agak heran juga, kenapa si preman botak tidak lagi menggodanya hari ini tapi ia berpikir, “mungkin si preman botak udah kabur karena tahu tidak akan berhasil.”

BISA DIPAKAI SECARA CANTIK
Satu tahun kemudian....

Entah bagaimana para desainer ini merancangnya, mereka bisa membuat apa yang dipikir masyarakat tidak cantik menjadi sangat cantik. Kini berkat kreasi para perancang busana, jilbab juga bisa dipakai secara cantik.

Kini sudah ada begitu banyak model-model jilbab yang baru-baru. Sebenarnya agak aneh kalau pertama dilihat tapi lama-lama cantik juga, pikir si gadis MAN.

Sebenarnya model yang baru ini agak meragukan apakah ia sesuai dengan perintah Islam atau nggak tapi karena semua teman-temannya (yang beginner dalam perihal jilbab ini) memakainya, ia jadi takut merasa kalah cantik. Akhirnya si gadis MAN pun ikut-ikutan pakai model jilbab terbaru ini.

Anehnya, kalau biasanya suatu model baju jadi ngetren, biasanya harganya naik tapi harga jilbab gak naik-naik. Itu seperti kabar gembira bagi semua penggemar jilbab fashion. Sepertinya para pengusaha lupa menaikkan harganya. Tapi mereka tidak menyadari kalau jilbab yang kini dijual agak lebih tipis lagi daripada yang biasanya.

TERUS BERGULIR
Lima tahun kemudian....

Selama periode ini tren fashion jilbab terus bergulir. Hingga semua gadis terlarut di dalamnya. Bahkan anak gadis lulusan pesantren tidak lagi bisa dibedakan dengan mereka yang bukan. Semuanya berjilbab. Sehingga pada waktu itu, seorang anak kecil yang masih SMP hanya tahu dipikirannya bahwa jilbab benar-benar lagi ngetren, ia tidak tahu bahwa semua itu sebenarnya juga perintah agama.

Makin lama bentuk jilbab itu makin aneh dan minimalis saja, itu semakin dipopulerkan lagi oleh seorang gadis MAN yang tiba-tiba jadi penyanyi idola tapi pada waktu itu gadis lulusan MAN pun sudah lupa tentang pelajarannya di MAN dulu. Ia tidak tahu lagi jilbab seperti apa yang diwajibkan Islam kepada pemeluknya. Bahkan si gadis MAN sekarang sudah lupa kalau selama ini ia memakai jilbab karena tuntutan agama.

FINAL
Sepuluh tahun kemudian....

Si preman botak kini sudah berambut. Tidak ada yang menyangka kalau selama ini dialah penjual jilbab yang harganya di obral habis-habisan itu. Sebenarnya kalau pun dia tidak melakukan tahap berikutnya ini tidak masalah menurut bosnya, karena jilbab yang dia jual sekarang tidak ada lagi bedanya dengan plastik bening, tapi ia hanya ingin meyakinkan apa ia sudah berhasil, maka ditanyanya lah si gadis MAN yang sedang berbelanja tentang suatu hal:

“Dek, kok masih pakai jilbab sih?” kata si botak yang tak lagi kelihatan botaknya.
“Kenapa bang?”
“Sekarang jilbab udah basi bin ketinggalan jaman tahu. Udah gak ngetren lagi.”
“Astagfirullah! Masak iya bang? Aku telat tahunya ya?”
“Iya dek. Emang kamu gak baca majalah fashion punya bosku? (ups ketahuan)”
“Belum bang.”
“Sekarang yang modis itu pake pita ini dek. Coba deh pake, tuh kan manis. Cepeten nih pake, harganya cuma Rp 50.000 aja kok. Abang kasian ngeliat adek malu nanti soalnya.”
“Alhamdulillah, makasi ya bang. Apa jadinya aku tanpa abang? Bisa-bisa aku tertimpa bencana fashion.” Kemudian ia melepas jilbabnya sendiri dan memakai pita itu. “Dengan begini aku bisa tampil up-to-date tanpa khawatir kena ejek teman-temanku lagi.”

Kemudian si botak yang tak lagi botak yakin ternyata apa yang diajarkan bosku 10 tahun lalu memang canggih. Hanya dalam waktu 10 tahun saja, semua jilbab di negeri ini bisa dibumi hanguskan.


Begitulah, bagaimana gadis lulus MAN yang bodoh bisa diperdaya oleh fashion. Bagaimana pun mereka yang pintar pada akhirnya akan menang atas orang yang beragama tapi tidak paham.

Orang yang pintar ini tahu bagaimana cara mencopot jilbab yang tergantung di paku (Agama) yang tinggi di dinding. Tidak mungkin untuk mencopot jilbab yang masih bergantung di paku (Agama) secara paksa. Mereka menggunakan semacam tongkat pengait (Fashion). Pertama mereka harus memindahkan jilbab yang tadinya begantung di paku (Agama) ke tongkat pengait (Fashion) mereka. Kemudian setelah jilbab itu ‘tersangkut’ di pengait, mereka bebas membawa jilbab itu keatas atau kebawah. Tidak ada yang sulit asal tahu caranya.

Dan orang yang tak paham pasti kalah. Coba ingat betapa bodohnya si gadis MAN yang tetap mau saat disodori jilbab yang mulai tidak syar’i. Memang sih perbedaannya hanya sedikit, tapi bukankah yang sedikit-sedikit itu lama-lama jadi bukit? Mana ada yang bisa langsung sampai ke tujuan. Pasti selangkah demi selangkah. Itulah sebabnya Allah melarang kita mengikuti ‘langkah-langkah setan.’ Karena mereka memang akan menuntun kita selangkah demi selangkah. Dan terus membisiki kita bahwa selangkah tidak akan begitu berarti bagi perjalanan 1000 langkah.

Padahal coba lihat dimana sekarang kalian sedang berpijak, aku yakin jarak kalian dengan tempat kalian semula sudah ada 500 langkah, akibat selangkah yang kalian pikir tidak berarti tadi. Coba perhatikan jilbab kalian, jangan-jangan kalian salah satu dari gadis MAN bodoh itu... coba cek lagi

Apakah kalian memasukkan jilbab kalian ke dalam kerah?
Apakah jilbab kalian masih memberi bayangan rambut kalian?
Apa kalian memakai jilbab tapi baju kalian lengan pendek dan ketat?
Apakah jilbab itu kalian pakai demi tampil cantik dan modis?

Hei-hei nak. Bukan itu tujuan Islam membuat aturan tentang jilbab. Tujuan memakai jilbab yang sebenarnya adalah untuk menghindarkan kalian dari perhatian lelaki. Jilbab itu berguna untuk menutupi kecantikan kalian supaya kecantikan kalian itu murni hanya milik suami kalian nanti. Kok malah diusahakan gimana caranya supaya cantik? Lupa ya?

Aku sadar sih... Perempuan mana sih yang gak pingin cantik tapi aku tahu kalian kan para gadis MAN yang baik, pasti kalian tahu bahwa kecantikan kalian itu sejatinya harus dijaga untuk suami kalian saja, bukan untuk diumbar-umbar mubadzir dan kegatalan cari masalah.


Kalian pasti tahu yang dimaksudkan agama dengan berjilbab adalah bukan hanya menutup aurat tapi juga lekuk tubuh seorang perempuan. Tidakkah kalian tahu, bahwa laki-laki justru malah lebih senang dipancing-pancing seperti itu daripada langsung yang buka-bukaan. Atau jangan-jangan justru niat kalian keluar rumah memang ingin tampil cantik supaya bisa disanjung dan disuit-suitin laki-laki ya? Ah gak mungkin lah, masak kalian sama kayak pelacur, kalian muslim kan? 
artikel by : http://www.habibasyrafy.com/2012/06/berjilbab-fashion-atau-agama.html


cara membuat perempuan membuka baju dan pakaiannya


“Kira-kira sudah berapa persen perempuan muslimah yang menanggalkan pakaian dan mulai memamerkan aurat dan kecantikannya?”

“Kira-kira 60% lah bos.”

“Ohh, ternyata film kartun Disney itu sukses berat ya?”


“Sepertinya begitu bos. Mereka benar-benar tak sadar kalau film-film yang mereka tonton waktu anak-anak itulah yang selama ini membuat mereka berusaha begitu keras untuk menjadi lebih dan lebih cantik lagi. Mereka benar-benar yakin kalau kecantikan adalah segalanya.”

“Yaudah bagus deh. Tapi ingat! Kita tidak boleh cepat puas. Jika memang ingin menyesatkan mereka, kita harus belajar dari setan. Setan tidak pernah cepat puas. Jika hari ini setan berhasil membuka satu kancing maka besok dia mengusahakan kancing kedua. Kita juga harus begitu. Jika hari ini kita berhasil tanggalkan pakaian mereka, besok kita harus hilangkan rasa malu mereka.”

“Tentu saja bos! Saya selalu meneladani setan ketika menyesatkan mereka. Saya selalu ingat setan tidak pernah mengharapkan hasil yang instan. Semua dilakukannya dengan kerja keras, selangkah demi selangkah, setahap demi setahap. Jadi, saya pun terus berinovasi dalam mencari cara-cara baru supaya bisa menjaring lebih banyak lagi perempuan yang suka buka-bukaan.” 

“Bagus, bagus! Kalau perlu buat mereka tidak busana sekalian.”

“Emang ada wanita yang suka telanjang di depan umum bos?”

“Tentu saja tidak ada. Semua orang yang beriman pasti punya malu. Kita akan tetap buat mereka berpakaian tapi seperti telanjang. Biar kujelaskan.” Si botak gondrong menghela napas dan mulai dengan sebuah pertanyaan, “Kira-kira apa alasan 40% perempuan itu tetap menutup auratnya?”

“Sebagian besar mereka sebenarnya sudah ingin membuka auratnya bos, tapi mereka terhalang beberapa hal.”

“Sebutkan yang pertama.”

“Penghalang pertama adalah orang tua yang menjaga mereka. Sebenarnya mereka benar-benar ingin menggunakan pakaian ketat dan melepas jilbabnya tapi selama masih ada orang tuanya pasti mereka tidak akan mampu melepasnya.”

“OK, kalau untuk masalah itu, kita tinggal bersabar saja 20 tahun lagi orang tuanya juga pasti mati, habis itu pasti mereka mulai menanggalkan pakaiannya. Lalu apa alasan kedua?”

“Ada sebagian perempuan yang malu membuka betisnya karena ada bekas luka dan kulitnya tidak semulus dan seputih teman-temannya.”

“Baiklah, nanti malam aku akan hubungi profesor untuk mencari formula pemutih kulit dan penghilang bekas luka supaya itu tak lagi menjadi masalah. Bahkan aku akan suruh dia mencari cara untuk garis-garis bekas melahirkan, Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian mereka berkutu, berketombe dan tidak pandai merawat rambutnya. Selain berjilbab karena agama mereka didorong lagi untuk berjilbab oleh para kutu dan ketombe itu.” 

“Kalau itu sebenarnya kita sudah punya solusinya. Produk sampo zaman sekarang kan udah beragam tapi mungkin masih kemahalan ya. Nanti aku akan suruh kenalan kita yang punya pabrik sampo supaya dia menurunkan harga samponya di bawah standar. Perempuan kan mudah ditipu dengan kata “diskon”. Segera setelah mereka menggunakan sampo kita pasti mereka merasa percuma jika rambut indahnya itu tidak dipamerkan. Lanjut! Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian perempuan memang sadar bahwa kecantikan mereka itu milik suaminya kelak.” 

“Oh, yang ini agak susah tapi aku ada ide. Gimana kalau kita suplai aja para pengrajin kosmetik dengan modal yang besar. Itu akan membuat kosmetik, alat kecantikan dan penghilang bulu menjadi tersebar luas. Dengan begitu mereka pasti berpikir kecantikan itu yang terpenting dan nomor satu.”

“Itu bagus juga tapi aku ada ide yang lebih bagus lagi bos! Kenapa tidak kita buat saja di TV itu sinetron yang semua pemainnya menonjolkan kecantikan! Dengan begitu mereka tidak akan berpikir bahwa keimanan itu yang paling penting!” 

“Wah! Kamu pinter juga! Mereka pasti berramai-ramai berusaha tampil secantik-cantiknya di depan laki-laki.” Si Bos botak gondrong tertawa keras sekali lalu lanjut lagi, “kalau begitu aku akan menghubungi bang Andro juga, aku akan suruh dia produksi film porno sebanyak-banyaknya supaya setan dalam diri lelaki itu langsung aktif begitu ngeliat para perempuan setengah telanjang itu.”

“Kalau begitu aku akan urus yang perempuannya bos! Aku akan terus alihkan perhatian mereka dengan isu hak asasi dan kebebasan supaya mereka tidak sadar kalau aurat yang sudah mereka buka itulah penyebab dari semua masalah nafsu syahwat manusia di muka bumi ini.” 

“Wah... wah... wah... pinter kamu! Syukurlah Tuhan menciptakan wanita. Jika tidak ada mereka, kurasa akan sangat sulit sekali menyesatkan manusia ini. Apa masi ada lagi perempuan di dunia ini yang gak pingin memamerkan kecantikannya?”

“Sayangnya masih ada sih bos. Beberapa perempuan kayaknya gak bisa digoda dengan cara apapun. Mereka udah bener-bener sadar dan taubat. Mereka tidak keluar rumah dengan niat supaya digodain laki-laki. Mereka bener-bener berjilbab, tak satu pun bentuk tubuhnya bisa terbayang dari luar.” 

“WADUHHH!!! Kok bisa masih ada ya?”

“Gak tahu sih bos, kayaknya mereka udah sadar banget kalau kitalah yang menaikkan harga jilbab-jilbab yang tebal dan lebar itu. Kalau dia sih mikirnya: harga yang harus ia bayar untuk jilbab yang menjaganya itu sama aja mahalnya dengan semua kosmetik yang harus ia beli untuk memamerkan auratnya. Jadi mereka lebih memilih jilbab ketimbang kosmetik. Sepertinya mereka juga sadar, kosmetik cuma akan mengundang perhatian laki-laki yang jagonya cuma suit-suit doang, sementara jilbab yang asli akan membuat laki-laki baik, serius dan setia datang langsung pada orang tua mereka.” 

“Astagfirullah! Padahal usaha kita kurang keras apa ya? Kok bisa masih ada yang lolos kayak gitu sih...”

“Mungkin akunya yang kurang gigih kali bos. Tapi tenang aja, aku udah pikirkan suatu cara yang kayaknya akan berhasil. Dengan cara ini, bahkan anak gadis lulusan MAN atau pesantren pun bakal ngelepas jilbabnya.” 

“Gimana caranya?”
   
"Kalau pengen tahu, baca aja disini bos. Cara Ngelepasin Jilbab Remaja” 

“OK lah nanti kubaca.”

“Yaudah aku pamit dulu ya bos!”

“Mau kemana?”

“Biasalah bos, ke pabrik jilbabku. Tadi ada telepon katanya para perempuan udah mulai gak sadar jilbabnya aku buat lebih tipis. Jadi sekarang mau kubuat lebih tipis lagi.”

“Kok kamu bisa jago banget gitu, bisa nyuruh mereka pake jilbab yang tipis-tipis?”

“Makanya bos ikutin ceritanya dari awal bos, buruan baca nih Cara Ngelepasin Jilbab Remaja" 


# Jika kamu merasa temanmu harus tahu tahu in.
artikel by : http://www.habibasyrafy.com/2014/02/cara-mudah-bikin-perempuan-melepas.html

sebenarnya kita tidak butuh sekolah
Apa yang kamu harapkan dari sekolah?
Segala sesuatu yang ada di zaman sekarang ini selalu kubandingkan dengan zaman keemasan Islam untuk membentuk suatu sistem yang lebih sempurna untuk masa depan Indonesia nanti. Memang zaman itu lebih jadul dari sekarang, tapi bukan jaminan bahwa ilmu orang dulu selalu lebih rendah dari zaman sekarang (jika mau bukti coba cari kertas yang bisa menandingi keawetan kertas papyrus mesir kuno, coba cari cara membuat perangkap tetap awet 3000 tahun lamanya selain struktur bangunan piramid yang orang mesir kuno buat). Hal ini karena perpindahan ilmu terkadang tak semulus biasanya, terkadang ada generasi yang merahasiakan, membakar, atau menghilangkan suatu ilmu dari generasi penerusnya.
Nah satu dari sekian banyak hal yang kubandingkan adalah sekolah. Pertanyaannya adalah apakah sekolah yang ada sekarang merupakan sistem pendidikan terbaik? Apakah kita memang harus sekolah untuk bisa sukses? Kenapa pula ada orang yang tak sekolah tapi menjadi kaya raya dan memiliki aset yang sangat besar jika memang inilah tujuan kita bersekolah? Ini pertanyaan besar, sampai-sampai saya khawatir tulisanku ini dijadikan bahan para professor menulis karyanya. Memang apa masalahnya? Banyak!
Siapa yang bertanggung jawab atas perubahan prilaku anak yang menjadi tidak sopan pada orang tuanya? Siapa yang membuat anak tak pandai bergaul dengan orang tuanya? Siapa yang merebut waktu kebersamaan orang tua dan anak lebih dari siapa pun? (Walaupun mungkin kita bisa jawab TV, seperti yang dijelaskan di note-ku sebelumnya tapi yang mau kujawab disini adalah) Sekolah.
Sekolah mengambil 8 jam waktu anak tiap harinya, ini adalah 1/3 waktu seharinya dan ½ waktu bangunnya. Tidakkah ini hebat? Pendidikan adalah investasi yang paling menguntungkan. Saya tidak akan berdebat dengan hal itu, tapi tak adakah pendidikan lain yang lebih baik? Apakah hasil yang didapatkan dengan pengorbanan itu setimpal? Mungkin secara materi ya (balik modal) tapi bagaimana dengan hal lain yang dikorbankan (seperti waktu untuk kebersamaan contohnya).
Siapa bilang orang yang tak sekolah tak bisa menjadi apa-apa? Lihatlah orang-orang yang asetnya miliaran itu, coba hitung yang tamat sekolah sebelum menjadi kaya. Tak sedikit juga memang yang malang nasibnya, tapi saya rasa masih ada korelasi lain sebelum kita bisa mematok pendidikan yang kurang sebagai penyebabnya.
Setiap hari anak-anak dicekoki dengan materi-materi yang dianggap urgen, penting dan sebagainya. Seolah mereka tak akan bisa sukses tanpa apa yang mereka pelajari itu. Coba tanya anak-anak pernahkah mereka berpikir, “Mengapa saya harus belajar sesuatu yang tak berhubungan dengan cita-citaku ini?” Orang tua pun termakan semboyan, “Sekolah dulu yang penting” dan berharap anaknya akan menjadi pintar, mendapat pekerjaan bagus dan mendapat gaji yang bagus sementara sekolah sibuk membentuk siswanya menjadi pegawai yang baik. Saya tak bilang sekolah itu buruk, hanya saja tak adakah yang lebih baik?
Kemudian saya melirik ke belakang. Bagaimana cara orang dulu belajar? Pertama saya melihat ada atau tidak, orang dulu yang menjadi ilmuwan hebat pada masanya? Ternyata ada, mereka lebih dari sekedar ada mereka menguasai berbagai bidang ilmu sekaligus, mereka juga menemukan sesuatu yang belum tentu orang zaman sekarang bisa temukan. Itu artinya sstem pendidikan zaman dulu tidak jelas-jelas lebih buruk dari yang sekarang. Jadi bagaimana mereka belajar?
Imam Mazhab belajar dengan berguru kepada orang yang dianggap ahli pada zamannya, berguru disini adalah seperti dengan mendatangi sang ahli di rumahnya atau di suatu majlis untuk kemudian memohon agar dia dicekoki imu dari awal sampai akhirnya.
Satu perbedaan mendasar disini adalah apa yang kusebut arah kemauan. Di zaman sekarang, si murid tiba-tiba didudukkan orang tuanya di bangku sekolah untuk menerima sesuatu yang dia belum tahu apa. Sementara di zaman dulu, orang segala usia yang telah mengetahui segelintir tentang segala sesuatu, kemudian dia memilih satu bidang dan tertarik untuk belajar lebih jauh sehingga dengan tekad bulat dia mendatangi si guru kemudian minta diajarkan.
Perbedaan berikutnya adalah siapa mendatangi siapa. Di zaman sekarang, di Indonesia terutama, si guru mendatangi si murid sehingga secara psikologis seisi kelas adalah teritori si murid. Ini menimbulkan rasa menjadi bos pada murid. Sedangkan dulu (sekarang sudah diterapkan di luar negeri), si guru lah yang punya teritori (mereka memakai sstem moving class), sehingga semua murid yang berada dalam teritori si guru adalah kekuasaan si guru pada jamnya. Ini menimbulkan efek psikologis pada anak untuk bertanya pada dirinya sendiri, “Mengapa aku masuk kelas ini padahal kalau mau bisa saja aku tidak masuk? Oh tentu saja karena aku ingin belajar dan mendapat ilmu.” Sehingga niat belajar menjadi tertanam dalam hati si anak.
Ketiga adalah apa yang dipelajari. Saya rasa kita harus mendefenisikan ulang kurikulum, silabus dan apa yang harus dipelajari anak zaman sekarang ini. Zaman dulu orang hanya belajar apa yang ia minati. Kalau pun itu tak bisa berlaku di zaman sekarang karena belum dewasanya si anak untuk memutuskan. Setidaknya kurikulum itu tetap dirasa masih terlalu banyak untuk mereka.
Home schooling yang sedang dikembangkan sebenarnya agak sedikit lebih baik menurut saya dari pada sekolah. Saya sendiri sudah merasakan bagaimana seorang anak harus kehilangan waktunya dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore dan pr pada malam harinya. Saya bahkan tak bisa bergaul dengan tetangga, saya tak pernah mempelajari bagaimana bergaul dengan tetangga. Ini adalah sebuah kehilangan besar.
Masa anak itu sejatinya adalah masanya bermain, kalau pun belajar itu penting, maka janganlah itu sampai merebut hak sejati si anak itu sendiri, saya bersyukur masih dikaruniai waktu bermain sepanjang masa anak-anak saya. Saya jadi kasihan melihat anak yang wajib ada di sekolah karena program full day school dan ditambah les privat pula. Jangan-jangan dan jangan sampai, sekolah hanya menjadi kambing hitam si orang tua yang juga sudah kehilangan waktu bersama si anak untuk bekerja dengan alasan demi anak-anak.
Saya cenderung memikirkan sistem yang lebih mirip pertemuan di majlis-majlis, homeschooling dan semacam les saja ketimbang sekolah untuk masa depan Indonesia nanti.
Salam Hangat : By zayacellrokanhulu.blogspot.com
artikel by        : http://www.habibasyrafy.com/2013/06/kenapa-harus-sekolah.html
Kategori:

Ketika anda melayani pelanggan dengan produk yang anda tawarkan, terkadang ada beberapa pelanggan yang merasa kecewa dengan produk anda. Entah karena produk anda mengalami kerusakan ataukah karena faktor yang lain. Menghadapi pelanggan yang sedang marah memang tidak mudah, dan anda perlu berhati-hati karena jika kekecewaan pelanggan kepada produk anda tidak bisa teratasi, maka bisa jadi hal itu menjadi bumerang bagi usaha yang sedang anda jalankan.
customer-complaint
Oleh karena, meminta maaf dengan tulus dan dengan memeberikan sebuah kompensasi atau tindak lanjut terhadap masalah yang sedang dialami oleh pelanggan anda adalah sebuah pilihan yang paling tepat. Jangan membuat pelanggan yang sedang marah menjadi bertambah marah. Namun, dengarkanlah dengn simpatik apa yang ia sampaikan dan kemudian carilah solusi yang paling tepat untuk meredakan kemarahannya tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan ketika anda sedang menghadapi pelanggan yang marah agar kemarahannya bisa segera mereda, diantaranya adalah:
Dengarkan Keluhannya
Dengarkanlah dengan seksama apa yang ia katakan. Tunjukkan bahwa anda benar-benar meperhatikan maslahnya. Jangan pernah memotong pembicaraan ketika pelanggan dalam kondisi marah, biarkan ia mengatakan semuanya sampai selesai. Apabila anda bertatap muka dengan pelanggan yang sedang marah tersebut, lakukanlah kontak mata dan catatlah segala hal yang penting. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar serius dalam menangangi masalah yang ia utarakan.
Tunjukkan Empati
Bersikaplah tulus kepada pelanggan yang sedang marah, sebab jika tidak maka anda akan dianggap sedang meremahkan dia, dan ini bisa membuat masalah menjadi semakin runyam. Tunjukkan empati anda, dan tujukkan bahwa anda mengerti kenapa pelanggan tersebut marah.
Kumpulkan Fakta
Ketika pelanggan sedang mengungkapakan kemarahannya, carilah fakta sebanyak-sebanyaknya terkait masalah yang ia hadapai. Informasi yang lebih detail ini akan memudahkan anda di dalam memecahkan masalah yang membuat pelanggan anda menjadi marah.
Berikan yang Terbaik
Berjanjilah kepada pelanggan yang sedang marah tersebut, bahwa anda akan memberikan solusi terbaik bagi permasalahnnya. Apabila ia menerima produk yang rusak misalnya, maka anda bisa menawarkan penggantian produk serupa dengan gratis.
Informasikan Langkah Anda
Ketika anda sedang menangani permasalah yang membuat pelanggana anda marah, maka informasikan kepada pelanggan langkah apa saja yang sudah anda ambil. Hal ini akan memberikan sinyal bahwa memang anda sedang menangani maslah tersebut. Beritahukan pula bahwa anda akan segera memberikan kabar dalam waktu yang sudah anda tentukan.
Kategori:

Kalau Anda pernah dengar jalan  hidup,bukan berarti  Anda kira ini hanya berlaku di makhluk hidup saja. Dalam dunia bisnis djalan hidup juga ada. Sebuah bisnis akan mengalami masa perkenalan, kemudian pertumbuhan, fase dewasa dan akhirnya fase menua dan menurun. Nah disini saya akan mencoba berbagai cara mengatasi penurunan usaha pada fase menua tadi.
Masalah daur hidup inilah yang sering kali menjadi buah pahit yang harus menjadi santapan banyak pelaku usaha. Padahal siapa yang mau makan buah pahit? Kecuali Pare tentunya.
Sebenarnya menghadapi masa penurunan usaha bukan berarti akhir dari segalanya. Akhir dari bisnis Anda.  Kalau Anda tau kiat-kiat mengatasi penurunan usaha, maka Anda bisa mendongkrak lagi penjualan  dan mengangkat kembali bisnis Anda ke jalur yang Anda harapkan.
Beberapa kiat yang saya temukan cukup efektif dalam mengatasi penurunan usaha adalah:
  1. Lakukan Inovasi
    Usaha tanpa inovasi memang tetap bisa mencapai kejayaan, tapi maksimal hanya satu kali. Tidak sedikit produk yang begitu populer dan tiba-tiba lenyap begitu saja. Ini karena produk yang ditawarkan terus saja dalam bentuk, rasa, manfaat dan tampilan yang begitu-begitu saja. Karenanya jangan heran berbagai brand besar beberapa kali harus mengubah kemasan dan memberi tambahan kandungan dan manfaat.
  2. Buka cabang
    Kalau usaha Anda dikota satu sudah mulai mandek, mungkin karena trend dari produk Anda pada kota tersebut sudah berakhir. Kenapa tidak Anda coba membuka cabang baru dikota lain. Kota yang sama sekali baru, Ketika pisang aroma di kota besar sudah meredup dan hilang, justru di banyak kota kecil, pisang aroma masih memiliki pasar yang siap Anda garap.
  3. Menghilang untuk muncul kembali
    Anda pernah ingat produk wafer superman? Produk ini dulu sempat sangat populer di masa kecil kita, tapi ketika pasar sudah dikuasai produk lain  yang lebih modern, tiba-tiba saja Anda kehilangan produk wafer superman di pasaran. Tapi setelah sekian tahun, produk ini relaunch, dan kembali mendapatkan tempat dipasaran. Kenapa karena konsumen mulai merindukan produk ini kembali.
Masih ada banyak cara untuk mengatasi penurunan usaha. Anda hanya harus terus berinovasi, baik dari sisi produk maupun dari sisi manajemen. Kalau Anda punya cara mengatasi penurunan usaha khas usaha Anda, kami dengan senang hati menampung share Anda.
salam kenal by ;zayacellrokanhulu.blogspot.com
artikel by :http://danausaha.net/bagaimana-mengatasi-penurunan-usaha.html

Kiat Sukses Bisnis Rumahan MLM Online

Berbicara mengenai bisnis online tidak akan pernah ada habisnya, karena memang sangat banyak jenis bisnis online dari mulai yang gratisan sampai yang berbayar. Bisnis online merupakan primadona bagi sebagian orang yang tau potensi pasar dan potensi penghasilan yang bisa diraup dari internet. Pasar yang begitu besar merupakan potensi yang bisa kita lirik untuk menekuni bisnis online. Namun, bagi sebagian orang memulai dan mengembangkan bisnis online sering dianggap tidak mudah. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin berbagi 9 cara sukses menjadi pebisnis online. Semoga kiat-kiat berikut dapat membantu anda.

1. Tetapkan Tujuan Anda
Tetapkan tujuan yang kuat ketika anda mulai menjalani bisnis online dengan serius. Tujuan yang kuat dapat dijadikan patokan serta sumber motivasi ketika ditengah jalan ada godaan yang menerpa bisnis anda. Tujuan ibarat sebuah rel, tetaplah berada dijalur yang telah anda tetapkan, sampai apa yang menjadi tujuan anda tercapai.

2. Lakukan Survey Pasar
Menjalankan bisnis online bukan hanya melakukan pemasaran produk. Bukan pula hanya melulu berpikir bagaimana agar produk kita laku dipasaran. Sebelum menjalankan bisnis online kita perlu terlebih dahulu melakukan survey pasar, melihat sejauh mana produk kita dibutuhkan masyarakat, bukan memaksakan agar produk kita diterima oleh masyarakat.

3. Selangkah Demi Selangkah
Bisnis online bukanlah bisnis yang dapat dijalankan hanya dalam waktu sehari atau dua hari saja. Bekerja selangkah demi selangkah tidak berarti akan membuat perkembangan bisnis anda menjadi lambat. Pelajari setiap langkah yang anda lalui dan rencanakan langkah anda selanjutnya.

4. Fokus
Fokuslah pada bisnis online yang anda jalankan. Dengan fokus, anda dapat mencurahkan perhatian anda secara total 100% untuk mengembangkan bisnis online anda. Pekerjaan andapun akan terasa lebih ringan, dikarenakan kontrol yang dilakukan akan lebih mudah.

5. Bangun dan Perluas Jaringan Kerja
Di bisnis online, jaringan kerja merupakan aset yang sangat berharga. Membangun maupun memperluas jaringan membutuhkan kerja keras. Kita harus dapat membangun komunikasi yang baik dalam berinteraksi dengan teman, kawan, rekan kerja, maupun para pengunjung blog kita. Mempelajari bermacam karakter manusia juga diperlukan agar komunikasi semakin lancar.

6. Berani Mengambil Resiko Secara Cermat
"Resiko" identik dengan penderitaan, kerugian, kesusahan, dan sejenisnya. Ubahlah pemikiran negatif tentangnya. Resiko akan membuat anda belajar untuk berani melangkah, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan. Berani mengambil resiko dapat dimulai dengan memperhitungkan resiko terbesar yang mungkin saja terjadi, persiapkan diri dan lakukan tindakan untuk mengurangi resiko tersebut.

7. Pantang Mundur
Tentunya semua orang yang telah sukses di bisnis online pernah melalui rintangan dan hambatan yang tidak mudah.  Banyak dari mereka berkata bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Terus berusaha dan tetaplah konsisten walaupun mungkin bisnis online anda belum membuahkan hasil sesuai dengan harapan anda. Jangan cepat menyerah. Lakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala agar bisnis online anda tetap terkontrol.

8. Jauhi Penundaan
Tentukan tiap langkah dalam menjalani bisnis online anda dan segera lakukan. Melakukan penundaan akan membuat bisnis online anda berkembang dengan lambat. Lawan rasa malas yang biasa menyerang. Sama seperti mendorong mobil. Saat pertama mendorong adalah saat terberat. Namun ketika mobil sudah melaju, pekerjaan anda akan menjadi lebih ringan.

9. Belajar Dari Pengalaman
Ada pepatah "Pengalaman Adalah Guru Terbaik". Demikian juga dalam menjalani bisnis online, pengalaman mengalami kegagalan akan membuat anda bertambah matang. Jika anda pelaku bisnis online pemula, anda dapat belajar dari pengalaman orang lain. Belajar dari pengalaman penting untuk meminimalkan resiko kegagalan. Paling tidak, anda dapat menghindari kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

"Orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal. Tapi orang sukses adalah orang yang mampu bangkit dari tiap kegagalan yang dialaminya."
Bagaimana? Anda siap memulai bisnis online? berani mencoba adalah tanda menyukai kemajuan.
salam kenal
by : zayacellrokanhulu.blogspot.com